/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/others/oth-5/oth481.cur), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */ Guitar

syahrulhz.blogspot.com

helloww..... saya adalah blogging asal Banjarnegara.Seorang blogging yang sedang menekuni dunia blog.Juga seorang blogging yang akan mendunia di masa depan.hahahahahaha
SELAMAT DATANG DI BLOG INI....SILAHKAN NIKMATI BERBAGAI ARTIKEL YANG KAMI SEDIAKAN

Minggu, 03 September 2017

INSTALASI DAN KONFIGURASI DNS SERVER

PENGERTIAN:
      Domain name system (DNS) merupakan sebuah sistem yang berfungsi menterjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama domain ke alamat IP. Jadi, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server yang kemudian dipetakan ke dalam alamat IP oleh DNS . 

LANGKAH-LANGKAH INSTALASI 

Instalasi DNS atau Domain Name System (Bind9) pada Debian Server
  Sebelumnya sobat harus melakukan konfigurasi alamat IP untuk komputer server dan client agar bisa saling terhubung, serta menambahkan service Apache atau Web Server pada Debian terlebih dahulu. Dan nanti kita tinggal melanjutkan saja ke instalasi DNS dengan Bind9. Tujuan DNS itu Apa Sih? Jadi, tujuanya adalah untuk membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Untuk bagian instalasi DNS ini, tidak semudah menginstal Apache. Karena ada beberapa konfigurasi yang harus benar – benar tepat supaya DNS dapat berjalan dengan baik. Baiklah, kita mulai saja proses instal dan konfigurasi DNS kali ini.

1. Pertama, kita masukkan DVD 1 dan ketikkan perintah “apt-get install bind9” untuk menginstal DNS.

- Menginstal dan konfigurasi Domain Name System  


2. Kemudian tekan “enter” untuk memulai instalasi DNS pada Debian Server. Setelah menekan tombol “enter” maka proses instalasi DNS akan berjalan dan akan membutuhkan waktu yang tidak lama kok sob. Jadi, tunggu hingga proses selesai dan lanjutkan dengan konfigurasi DNSnya agar bisa berjalan dengan baik ketika selesai di install dan di konfigurasi.



3. Setelah selesai instalasi, ketikkan perintah “nano /etc/bind/named.conf.default-zones” untuk masuk ke bagian konfigurasi DNS. Tambahkan konfigurasi seperti gambar dibawah. Tambahkan konfigurasi tersebut pada bagian paling bawah dari scriptnya. Kemudian tekan “Ctrl dan X” lalu “y” kemudian “enter” untuk menyimpan konfigurasi ini.



4. Kemudian setelah keluar dan menyimpan konfigurasi, copykan file dari db.local ke db.master dan db.127 ke db.slave dengan cara mengetikkan perintah “cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.master” dan “cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.slave” seperti gambar dibawah.



5. Selanjutnya setelah mengcopy file dari db.local ke db.master dan db.127 ke db.slave, lalu konfigurasi di db.master dan db.slave nya. Yang pertama, konfigurasi di db.master nya terlebih dahulu sob. Caranya ketikkan perintah “nano /etc/bind/db.master”. Konfigurasi defaultnya akan seperti gambar dibawah ini, kemudian kita tinggal ubah konfigurasinya.



6. Kita akan merubah konfigurasinya menjadi seperti gambar dibawah ini.



Lalu setelah mengkonfigurasi seperti gambar dibawah, selanjutnya simpan dan keluar dari konfigurasinya dengan cara tekan “Ctrl dan X” lalu “y” dan “enter”.
7. Jika sudah mengkonfigurasi di db.master, kita akan berlanjut ke db.slave. Caranya kita tinggal mengetikkan perintah “nano /etc/bind/db.slave”. Konfigurasi awalnya adalah seperti gambar dibawah ini.



8. Setelah masuk ke konfigurasi, kita ubah konfigurasinya menjadi seperti yang ada pada gambar dibawah ini.

Kemudian selanjutnya setelah konfigurasi db.slave, kita keluar dari konfigrasi dengan menekan tombol “Ctrl dan X” lalu “y” dan “enter”.
9. Jika sudah keluar dari konfigurasi, siahkan untuk merestart service DNS agar konfigurasi tadi terpasang. Caranya mudah, tinggal mengetikkan “service bind9 restart” dan tunggu hingga muncul hasil seperti gambar ini.



10. Langkah yang terakhir dari konfigurasi DNS ini adalah menambahkan konfigurasi alamat IP DNS Server pada komputer server. Caranya dengan mengetikkan perintah “nano /etc/resolv.conf” dan kemudian isikan “nameserver ‘IP Server’” contohnya “nameserver 192.168.18.1”. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar ini.

Menginstal dan konfigurasi Domain Name System
Menginstal dan konfigurasi Domain Name System  


Jika sudah mengisi alamat IP DNS Servernya, kita tinggal merestart network interface agar konfigurasi DNS dapat berjalan dengan lancar.



Jika sudah muncul hasil seperti gambar diatas, kita tinggal berlanjut ke konfigurasi alamat IP DNS di komputer Client (Saya menggunakan Windows 7), lalu mengecek service dengan cara membuka domain melalui web browser. Berikut adalah langkah-langkahnya.
1. Masuk ke jendela seperti gambar dibawah.



Lalu klik tombol “Properties” untuk masuk ke jendela konfigurasi network interface pada Windows dan merubah konfigurasi alamat IPnya. Jika sudah meng-klik tombol “Properties”, kita akan masuk pada jendela konfgurasi IP seperti gambar dibawah ini.

Menginstal dan konfigurasi Domain Name System  


2. Setelah itu, ubah konfigurasi seperti gambar dibawah. Isikan IP DNS Servernya, seperti yang dilakukan di komputer Debian Server tadi. Jika sudah, klik “Ok” dan tutup jendelanya lalu kita lanjut ke proses pengecekan domain melalui web browser.
3. Langkah yang terakhir, kita cek melalui web browser seperti gambar dibawah ini.

Menginstal dan konfigurasi Domain Name System
Jika domain bisa diakses, berarti konfigurasi DNS pada Debian Server yang anda buat sudah berhasil dan bisa berjalan dengan baik

blog terkait